Cetak

Enam Orang Tewas Terkena Longsoran Salju di Alpen

on .

HAUTE ALPES – Enam pemain ski tewas terkena longsoran salju di Pegunungan Alpen, Prancis.

Keenam orang tersebut terdiri dari empat pria dan dua perempuan yang diduga berusia 50 sampai 70 tahun. Mereka ditemukan di wilayah Haute-Alpes.

Seperti dilansir Metro, Senin (26/1/2015), longsor salju itu terjadi diduga akibat dari tindakan mereka sendiri yang menyeberang di bawah celah De Mamelle yang menghadap utara lereng dengan kemiringan 45 derajat.

Mereka diperkirakan tertimbun longsoran salju yang meluncur dengan kecepatan setengah mil dari tebing setinggi 1.000 kaki.

Satu helikopter yang berisi Tim SAR dikerahkan untuk mengevakuasi korban. Mereka pun mengungkapkan bahwa seluruh lempengan es dan salju sudah mencair.

Longsoran ini merupakan paling mematikan yang pernah ada di Prancis. Sebelumnya longsoran terjadi pada 1998 di Haute-Alpes, Les Orres. longsoran tersebut menewaskan 11 pejalan kaki. Selama musim salju ini, 17 orang telah tewas akibat longsoran di sana.

 

Source : Okezone

Cetak

Tak Punya Pemerintahan, Yaman Terancam Perpecahan

on .

Sanna – Yaman kini berada dalam kekosongan kekuasaan (vacuum of power) setelah parlemennya gagal menetapkan pemerintahan baru.

Setelah Abd-Rabbu Mansour Hadi menyatakan mundur dari jabatan presiden pada Kamis 22 Januari, Yaman tidak memiliki pemerintahan yang efektif, dan rawan akan perpecahan.

Kelompok Houthi yang telah menguasai Istana Kepresidenan Yaman sejak Rabu 21 Januari, menolak semua draf resolusi perdamaian yang diajukan oleh pemerintah.

Rakyat Yaman menolak Houthi yang sudah menguasai istana. Pada Minggu 26 Januari, Lebih dari 10.000 demonstran memadati jalan-jalan utama di Sanaa untuk menggelar aksi protes.

Para demonstran juga menunjukkan aksi solidaritas kepada mantan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Kelompok Houthi pun membubarkan para demonstran dengan mengeluarkan tembakan. Aksi saling pukul juga terjadi antara demonstran dengan Kelompok Houthi.

Akibat aksi represif dari Kelompok Houthi, beberapa orang mengalami luka-luka dan sejumlah kamera dari wartawan yang meliput menjadi rusak.

Situasi Yaman yang belum memiliki pemerintahan efektif membuat Amerika Serikat (AS) khawatir.

“Kami akan terus melanjutkan upaya damai dengan pihak yang bertikai di Yaman. Prioritas kami saat ini adalah menjaga seluruh aset dan warga AS aman di sana,” ujar Presiden Obama dalam kunjungan kerjanya di India, seperti dilansir Gulf Daily News, Senin (26/1/2015).

AS khawatir dengan perjuangan Kelompok Houthi dikarenakan kelompok ini mempunyai hubungan yang erat dengan Iran.

 

Source : Okezone

 

Cetak

Istri Pelaku Penembakan Charlie Hebdo Kecam Serangan Brutal Suaminya

on .

Paris - Istri salah satu pelaku penembakan Charlie Hebdo, Cheriff Kouachi mengecam serangan brutal yang dilakukan suaminya. Istri Cheriff ini sempat ditahan polisi selama 72 jam setelah serangan brutal tersebut.

Lewat pengacaranya, Christian Saint-Palais, wanita bernama Izzana Hamyd ini menyampaikan perasaannya soal serangan brutal yang dilakukan suami dan saudara iparnya pada Rabu (7/1) lalu.

"Dia menyampaikan kemarahannya (atas aksi suaminya) dan mengecam kekerasan tersebut (kepada penyidik)," ucap Saint-Palais kepada AFP, Senin (12/1/2015).

Izzana dilepaskan dari tahanan polisi pada Sabtu (10/1) waktu setempat.

Saint-Palais menuturkan, kliennya terus memikirkan para korban serangan brutal suaminya. Ketika ditanya tanggapan soal serangan terhadap kantor majalah Charlie Hebdo, Izzana menyebut reaksinya sama dengan seluruh warga Prancis.

Ditambahkan Saint-Palais, Izzana mengaku sama sekali tidak pernah menyadari adanya tanda-tanda pada suaminya, yang menunjukkan dia akan melakukan serangan teroris keji seperti itu. Izzana menyebut dirinya sempat tertegun ketika mengetahui serangan yang menewaskan 12 orang tersebut.

Cheriff dan Said Kouachi menyerang kantor majalah Charlie Hebdo pada Rabu (7/1) lalu. Setelah melakukan penembakan brutal, keduanya kabur dari lokasi dan sempat menjadi buron selama 2 hari, sebelum akhirnya dikepung polisi di pinggiran Prancis pada Jumat (9/1), dan kemudian ditembak mati polisi saat hendak kabur.

Source :Detik

Cetak

Prancis Diserang, PM Cameron Minta Inggris Waspada

on .

London – Perdana Menteri Inggris David Cameron melakukan rapat dengan agen intelijen dan kepala keamanan. PM Cameron membahas serangan teroris yang dialami Prancis selama pekan kemarin.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Prancis memang mengalami serangan teror dalam waktu sepekan. Setelah insiden penyerangan kantor majalah Charlie Hebdo yang menewaskan 12 orang, sang pelaku juga melakukan penyanderaan di wilayah Paris.

Beruntung, pasukan khusus Prancis berhasil melumpuhkan Said dan Cherif Kouachi serta pelaku penyanderaan di supermarket, Amedy Coulibaly. Kini, Kepolisian Prancis masih memburu seorang pelaku perempuan bernama Hayat Boumeddiene.

Setelah bergabung dengan Presiden Prancis Francois Hollande dan satu juta warga berjalan di Paris, pada Minggu 11 Januari 2015, PM Cameron meminta kepada pihak keamanan untuk waspada terhadap teror serupa di Inggris.

PM Cameron mengatakan Inggris akan menghadapi ancaman yang sama seperti Prancis. Dia takut kelompok ekstremis coba mengganggu keamanan di negaranya.

"Kami harus menghadapinya dengan cara kita sendiri. Tapi juga kami harus kuat dalam menjaga keamanan dari serangan radikal, di mana pun kami menemukannya,” katanya, seperti diberitakan ITV, Senin (12/1/2015).

 

Source:Okezone

Cetak

Serangan ISIS Tewaskan 23 Tentara Irak

on .

Anbar – Serangan kelompok militan ISIS berhasil menewaskan 23 tentara Irak di Provinsi Anbar pada Selasa 6 Januari 2015.

Selain itu, sebuah bom bunuh diri yang diduga dilakukan oleh ISIS di sebuah masjid menewaskan 13 tentara Irak.

Seperti dilansir BBC, Rabu (7/1/2015), sedikitnya 28 tentara Irak harus dirawat karena menderita luka serius akibat serangan ISIS tersebut.

Pemerintah Irak kini mulai menggelar operasi untuk merebut kembali Provinsi Anbar dari ISIS. Wilayah ini memiliki posisi yang strategis karena menjadi penghubung Baghdad dan memiliki akses ke perbatasan Suriah.

ISIS kini telah menguasai wilayah luas yang mencakup sebagian Irak dan Suriah termasuk Provinsi Anbar.

 

Source : Okezone